| TIMNAS FUTSAL MINUS "DUET BOMBER MAUT" |
|
|
|
|
Spiritfutsal-Jakarta, 29 Desember 2009 Terpilihnya kedelapanbelas pemain untuk tim nasional futsal Indonesia mendapat beragam pendapat. Beberapa pencinta futsal menilai tim nasional futsal kali ini terlihat cukup kuat karena hadirnya pemain-pemain kaya skill individu. "Come back"-nya Jailani dan Socrates Matulessy memperlihatkan bahwa tim nasional kali ini sangat ambisius dan optimis dapat lolos ke Piala Asia. Hanya sayangnya saat ini timnas futsal minus striker murni seperti "duet bomber" Liga Pro Musim ini yaitu Boi Boas dan Echona Tuahuns dari Mutiara Hitam. Jika dilihat dari belakang, di bawah mistar gawang terpilihnya Ade Lesmana yang adalah The Best Goalkeeper IFL 2009 dan Yos Adi (eks Hanggar IBM) yang saat ini memperkuat Futsal Camp. Tidak diragukan lagi bahwa gawang tim nasional mendapat jaminan tidak mudah dibobolkan lawan. Di tambah lagi kiper ketiga Achmad Surya (BiangBola) sebagai kiper pelapis, selain masih muda Surya adalah kiper potensial pengganti para seniornya. Di bagian belakang dengan asumsi Indonesia menggunakan pola 1-2-1, maka pilihan Denny Handoyo, Sayan Karmadi, Jailani, Socrates atau Amril Daulay dapat menjadi pengatur serangan yang piawai. Selain kelima pemain ini punya visi yang kuat mereka mampu mengatur pola serangan dan mengkoordinir pertahanan pada saat diserang. Denny Handoyo dan Sayan Karmadi adalah "icon" futsal Indonesia, yang pantas memegang ban kapten. Sementara pelapisnya Jailani, Socrates, dan Amril Daulay juga mampu mengemban tugas serupa. Bagian tengah, diisi dua orang pemain yang siap bertarung di tengah atau sesekali bisa menusuk dari sisi lapangan. Pilihan jatuh kepada Al Haedar, Beni Hera, Hendri K, Jefry Purba, Indra Kurnia, Alfiansyah dan Kharismawan. Dari beberapa pemain yang ada semua memiliki semangat bertarung di lapangan tengah. Al Haedar dapat menjadi pilihan utama. Ia sudah membuktikan dirinya sangat cocok bermain di posisi ini, lihat saja lima gol yang diciptakannya pada ajang Best of The Best semuanya terjadi hasil tusukan-tusukannya dari sisi lapangan. Coach Robby Hartono memilih mengisi tiga orang pemain bertipe penyerang yaitu Chairul, Angga Surya Saputra dan Vennard Hutabarat. Sayangnya dari ketiga pemain terpilih hanya Chaerul yang memiliki kecepatan dan insting mencetak gol lebih baik. Sedangkan Angga belum memperlihatkan ketajamannya baik di Best Of The Best atau Lifuma 2009. Sementara Veve panggilan akrab bagi Vennard Hutabarat sudah agak lamban karena usia. Melihat posisi Indonesia di grup A bersama Australia, Brunei dan Myanmar. Peluang Indonesia lolos grup cukup besar, karena praktis lawan berat adalah Australia. Meski dari strategi permainan Indonesia lebih baik dibanding Australia yang masih kental dengan sepakbola hijau-nya. "Indonesia akan melawan Brunei dan Myanmar pertama kali yang diatas kertas Indonesia masih unggul, oleh karena itu kita mesti petik point dan menciptakan gol sebanyak-banyaknya." ujar seorang pengamat futsal menganalisa perimbangan tim di grup A. "Makanya kita perlu bomber-bomber kayak Boi Boas dan Echona." tambahnya. Ya. benar saat ini bomber-bomber Liga Pro seperti A. Taufiqurrahman (Pelindo II), Moses Manuhutu (SWAP), Topaz Pamungkas (Electric PLN V-Sport) telah tersingkir dari persaingan pemilihan pemain timnas, menyisakan Chaerul sendirian. Mudah-mudahan tim nasional futsal kita mampu berjaya di kandang sendiri.
|
Teruskan ke teman
Share on facebook







